Mengabdikan diri di negeri orang mmang bukanlah jalan yang
mudah, dan pilihan yang tepat. Inilah yang aku rasakan barusan. Perjalanan
hidupku akan sampai pada batas mana aku tak prnah tau. Yang terpenting satu
hari ini aku masih bisa hidup dan mensyukuri segala nikmat yang diberikan tuhan
kepadaku.
Tau kamu tentang ceritaku ? yang akan kuungkapkan
perlahan-lahan. Entah aku sekrang dalam keadaan benar, baik, buruk atau apalah
kamu menyebut aku juga tak tau. Atau lebih tepatnya kau akan k 37 orang.
menamaiku gila. Ya gila, menulis acak-acakan dan amburadul sebisanya,
Pergi kenegri orang dengan biaya sekolah mungkin
membanggakan tapi, kug kurasa tidak yaaaaa… atau hanya karena aku tidak bisa
apa2 hingga tampak bodoh nan buruk dari sebelumnya. Atau aku yang tidak bisa
menyampaikan hasrat terpendamku selama ini. selain dengan cara menulis …..
Kemarin aku pergi ke Malysia untuk memperpanjang masa visa
ku tinggal di Thailand yang kurang selangkah lagi harus kutinggalkan. Mempunyai
niat sebagi fisabilillah tidak mudah, pajng lebar koar-koar eluhan yang ku
haturkan. Bersma kawanku ini aku bercerita ini itu, datang lagi kawanku yang
satunya aku juga akan berbasa basi panjang lebar. Kami berangkat ke Malaysia
tepat 11 Februari 2016, robongan sebanyak 37 orang dari stain Kediri aku, amil,
mbak nisak,mbak nilna, mas mail, mas tam, pak roz, anik, berangkat bersama
mengendarai travel 1. Tau laaah yang ada dipikiranku saat itu hanyalah senang.
Berjumpa kawan, gossip ini itu, berbicara apa saja hingga perbicaraan kita tak
terkontrol mengutara hingga menyelatan. Omg sampai perbatasan juga. Malaysia,
selamat datang di Mlaysia. Polisi Malaysia tak seketat polisi perbatasan
Pakistan India ya kaliii soalnya aman-aman negara Ibrahim tuuu,, tapi tau2 kami
disuruh berhenti oooh Tuhan kesalahan apa ini. berhubung aku berda didekat
pintu jadi diciduknya cepet bget. Disruh ini itu. kami saat itu bersama ustadz
rozi pendamping perpanjang visa pada vari rombongan kami. Bisa ke negra orang
dengan catatan study adalah suatu strata social tersendiri yang tinggi.
Tau-taunya ini sebenarnya politik. Iya politik antara sekolah kami dan sekolah
lain-lain yang mengikuti ini. demi apa? Demi status …status bahwa sekolah kami
nanti bisa memenuhi standart jadi iain atau
uin. Tapi tak tau jugalah kebenaran ini bagaimana?.... diruang BAP aku bersama
sutikno dari bondowoso, bap memang serem tapi tak seserem yang kubayangkan.
Melalui terowongan dan jalannya berkelok padahal didalam ruangan. Polisinya
tampang gagah sok cool memakai kacamata hitam satu orang satu polisi. Intrigasi
dimulai. Cek visa cek passport no , ktp dan segala macam identitas lalu di foto
kopi, ditanya dapat duit dari mana? Kerja apa? Belajar apa? Disekolah apa tugas
? bayaran berapa ? siaaaaaaak,, apa-apaan ini… dia kira kami illegal apa? Dasar
… aku harus menyalahkan siapa ?? travel ? sopir ? bos travel ? atau ba ?
ternyata tau nggaaaa? Sopir travel tuch pergi keluar negaranya gak bawa surat
waadaawawawawwa kacau banget yaaa orang ini, dan travelnya gak ada izin buat
boleh nglwatin perbatasan, di mitailah uang ,,,, DENDA. MENYEBALKAN . jatah kami makan nggak ada
harusnya tiga kali Cuma 1 kali, harusnya ada jalan2 gak jadi karena ditahan,
harusnya belanja nggak bisa karena sampai kota bharu semua pusat sudah tutup
maklum sudah sore pulang sampai rumah pukul 20.00 wnt (waktu narathiwat
tahiland ).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar